Sujud Society, ” Memaafkan Luka, Menerima Takdir” . Ruang Pulih Bagi Jiwa Perempuan

Last Updated: April 22, 2026By

PEOPLENESIA.COM — Dalam semangat kehangatan pasca Idulfitri, Sujud Society menghadirkan sebuah ruang refleksi yang tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga perjalanan batin untuk pulih dan bertumbuh. Bertajuk “Memaafkan Luka, Menerima Takdir”, acara ini digelar di Bigland Ballroom Hotel Bogor pada Ahad, 19 April 2026, sebagai bagian dari edisi Halal Bihalal yang sarat makna.

Mengusung konsep Seminar Muslimah & Hypnotherapy, kegiatan ini dirancang untuk membantu para perempuan memahami, merangkul, dan menyembuhkan luka emosional yang kerap tersembunyi di balik rutinitas kehidupan. Dalam realitas yang serba cepat, banyak individu menyimpan beban batin tanpa ruang aman untuk mengurai. Acara ini hadir sebagai jawaban—mengajak peserta untuk berhenti sejenak, menoleh ke dalam diri, dan berdamai dengan masa lalu.

Hadir sebagai pemateri utama, Umi Silvy Septina (CH, CHT, CNLP, CMHE, CEI), seorang praktisi hypnotherapy, membimbing peserta melalui pendekatan ilmiah dan spiritual yang menyentuh akar emosi terdalam. Sementara itu, kehadiran Wardatina Mawa sebagai guest star memberikan sentuhan inspiratif melalui pengalaman dan refleksi personal yang relevan dengan kehidupan perempuan masa kini.

Acara ini tidak hanya berisi kajian, tetapi juga sesi hypnotherapy yang mendalam, menghadirkan pengalaman transformasional yang memungkinkan peserta merasakan langsung proses pelepasan emosi dan penerimaan diri. Didukung dengan suasana yang hangat

Momen Spesial & Penuh Haru

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara ini adalah pemberian surprise hadiah Umroh dari Travel Nashaba kepada Wardatina Mawa. Hadiah ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga simbol perjalanan spiritual yang selaras dengan tema acara—menuju penghambaan yang lebih dalam kepada Allah.

Dengan penuh haru, momen tersebut semakin bermakna karena akan dijalani bersama Umi Silvy Septina, menciptakan ikatan spiritual yang tidak hanya dirasakan di ruang seminar, tetapi juga berlanjut hingga perjalanan suci ke Tanah Haram.

Makna Tema: Memaafkan Luka, Menerima Takdir

Tema yang diangkat bukan sekadar rangkaian kata, melainkan perjalanan spiritual yang penuh kesadaran. Memaafkan luka adalah keberanian untuk tidak lagi terikat pada rasa sakit masa lalu, sementara menerima takdir adalah bentuk ketundukan tertinggi kepada kehendak Allah dengan hati yang lapang.

Umi Silvy Septina menyampaikan, “Memaafkan luka bukan berarti melupakan apa yang terjadi, tetapi memilih untuk tidak lagi menyakiti diri sendiri karena masa lalu. Saat kita menerima takdir, di situlah kita menemukan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh dunia.”

Sementara itu, Wardatina Mawa mengungkapkan, “Tidak semua luka harus dimengerti, tapi semua luka perlu diterima. Karena dalam penerimaan itulah Allah perlahan menyembuhkan, mengganti luka dengan kekuatan, dan kesedihan dengan makna.”

Melalui kegiatan ini, Sujud Society berharap setiap perempuan yang hadir dapat pulang dengan hati yang lebih ringan, pikiran yang lebih jernih, dan jiwa yang lebih dekat kepada Sang Pencipta. Lebih dari sekadar seminar, acara ini adalah perjalanan pulang—menuju diri sendiri yang lebih utuh.

Dengan tiket yang mencakup buffet, goodie bag, serta berbagai sesi interaktif termasuk doorprize dan kuis, acara ini menjadi pengalaman yang lengkap: edukatif, reflektif, dan penuh kehangatan.

latest video

Loading...

news via inbox

Silahkan berlangganan melalui Email jika Anda ingin mendapatkan berita terbaru dari Peoplenesia

Leave A Comment