Lifestyle & Fashion

Yuk Intip Koleksi Fashion di Jakarta Fashion Trend (JFT)

PEOPLENESIA.COM – Perhelatan tahunan Jakarta Fashion Trend (JFT) kembali diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta Chapter pada tanggal 11-12 Januari 2023 di Soehana Hall, The Energy Builing, SCBD Jakarta. Yuk sobat people kita intip koleksi dari para designernya.

1. Hannie HanantoOne Line Art

One Line Drawing by Hannie Hananto

Mengangkat tema One Line Drawing, yang merupakan teknik menggambar suatu objek dengan satu garis kontinyu tanpa putus. Terlihat sederhana dan mudah namun ternyata sangat kompleks.

Hannie Hananto mengangkat Tema: “Perempuan “ dalam bentuk one line drawing yang sangat “artsy”. Dalam bentuk gambar printing maupun bordir.  Dalam warna-warna yang membumi tidak seperti biasanya, seperti maroon, creamy, dan hitam mendominasi koleksi. Cutting shirt dress, jacket, blazer, polkadot skirt hingga permainan kerut di koleksi celana adalah ide baru Hannie Hananto. Keseluruhan koleksi terdiri dari 6 koleksi wanita dewasa dan 7 koleksi anak-anak.

2. Rengganis – Ratri

membawa teknik tradisional bordir tangan dan wastra Indonesia asli by Rengganis

Rengganis merupakan brand ready-to-wear yang mampu membawa teknik tradisional bordir tangan dan wastra Indonesia asli, dalam tampilan yang casual dan ringan untuk kemudahan padu padan dalam pemakaian sehari-hari. Namun kali ini desainer Riri Rengganis ingin menampilkan sesuatu yang lebih elegan. Terinspirasi dari suasana malam di sebuah keraton, koleksi ini menampilkan 6 look yang lebih cocok untuk acara malam yang tidak terlalu formil namun kaya nuansa Indonesia. Koleksi ini berjudul Ratri, yang merupakan kata dari bahasa Jawa yang sering dipakai pada karya sastra atau pagelaran seperti kethoprak dan wayang. Arti dari kata Ratri itu sendiri adalah malam. 

Koleksi kali ini menggunakan wastra batik tulis dari Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Batik Bayat memiliki ciri khas bermotif klasik dengan penggunaan pewarna alam sehingga warnanya cenderung gelap dan redup. Sebagai aksen, tampil juga motif kotak-kotak dari tenun gedogan asli bernama Suat Songket dalam pewarna alam dari Baduy, suku asli Sunda Banten. Semua ini dipadukan dengan katun fual hitam, membuatnya tampak mewah tapi membumi. Kaya akan unsur etnik dari detail bordir tangan dan kerawangan seperti kebaya jaman dulu, tapi dibuat dalam siluet yang fungsional sesuai kebutuhan masa kini yaitu blus, dress, jaket, dan rok. 

3. Bima Zikwan – Sahaja

Sahaja by Bimas Zikwan

Dengan mengusung tema sahaja koleksi ini terinspirasi dari semangat dan opyimisme perempuan masa kini. Koleksi ready to wer deluxe ini menghadirkan gaya moderan konteporer dengan memanfaatkan wastra nusantara yaitu songket. \

Dengan motif kha songket jambi seperti angsi,dui biji timun kembang tagapo dan pucuk rebung di kombinasi engan kain tenun gaya.Koleksi yang di dominasi warna lembut seperti abu-abu dan biru muda mencerminkan perempua bersahaja yang pu ya prinsip namun tetap modern.

4. Monika Jufry – The Land Of Beauty

The land of beauty by Monika Jufry

Keindahan alam Yang Maha Kuasa, tanah tempat kita berpijak, begitu banyak karunia keindahan yang diberikan oleh Allah SWT.  Pada koleksi ini mengangkat motif daun & bunga mewakili keindahan tanaman dan lapisan sedimen dari tanah itu sendiri yang sebenarnya juga mempunyai keindahan tersendiri.  Tampil dengan konsep deluxe elegant, dengan detail embellishment & bordir.

5. Vielga – Batik Minang

Batik minang by Vielga

Untuk design kali ini, Vielga yg biasanya identik dengan Roemah Kebaya Vielga, berkolaborasi dengan Batik Minang yang berasal dari Minang Kabau Sumatera Barat meluncurkan koleksi outer dan inner perpaduan Batik Minang dengan Bordir Koto Gadang. Mengapa Batik Minang? Selain dalam rangka memperkenalkan kembali dan melestarikan Batik Minang yang sempat hilang, Batik Minang itu desain dan warnanya klasik, dan memiliki perbedaan dengan batik lainnya di Indonesia.

Corak batiknya khas seolah mampu mengembalikan kita pada masa lalu yang damai. Ada corak keluk paku, bunga manggis, dan Dipadukan dengan bordir manual yang terinspirasi dari bordir khas Koto Gadang Bukittinggi yang identik dengan desain bunga bunga, dengan teknik bordir yg dipakai yang dikenal dengan nama teknik “Suji Caia”, membuat tampilan desain ini semakin cantik, elegan, dan klasik. Desain dan potongan pada outer yang ditampilkan memberikan kesan semi formal dan bisa juga dipakai untuk acara formal.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like