Klamby Gelar Kajian ‘Makna dalam Langkah’, Angkat Proses Ikhlas di Tengah Ujian Hidup

Last Updated: May 2, 2026By

PEOPLENESIA.COM – Dalam hiruk pikuk kehidupan yang serba cepat, kebutuhan untuk berhenti sejenak dan kembali mendengar isi hati menjadi semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, Klamby menghadirkan sebuah kajian inspiratif bertajuk “Makna dalam Langkah: Saat Hati Belajar Melepaskan & Ikhlas” yang diselenggarakan di Menara 165, Jakarta Selatan.

Acara ini menghadirkan pembicara Muhammad Assad serta narasumber tamu Aldi Taher, dengan dipandu oleh moderator Bunny Asfian. Kegiatan ini terbuka untuk umum, baik pria maupun wanita, dan berhasil menghadirkan suasana yang hangat, reflektif, serta penuh makna.

Mengangkat tema tentang keikhlasan, acara ini mengajak para peserta untuk memahami bahwa proses melepaskan bukanlah sesuatu yang instan. Dalam pemaparannya, Muhammad Assad menekankan bahwa keikhlasan bukan berarti tidak merasakan luka, melainkan kemampuan untuk tetap percaya pada ketetapan Allah di tengah rasa tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kedekatan spiritual melalui doa dan ibadah sebagai fondasi ketenangan hati.

Sementara itu, Aldi Taher membagikan pengalaman pribadinya dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Dengan gaya penyampaian yang jujur dan menyentuh, ia menekankan bahwa setiap ujian memiliki makna, dan kedekatan kepada Allah menjadi kunci dalam melewati setiap fase kehidupan.

Tak hanya kajian, acara ini juga menghadirkan berbagai pengalaman menarik bagi peserta, mengutif dari scarf media, Ustaz Muhammad Assad dalam kajiannya menyampaikan bahwa ikhlas bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalankan. Ia bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan proses panjang dalam hati yang sering kali diiringi rasa sakit, kecewa, hingga kehilangan. Namun justru di situlah letak nilai ibadahnya ketika seseorang tetap memilih untuk berserah dan percaya pada ketetapan Allah di tengah keadaan yang tidak mudah.

Dalam salah satu penggalan pesannya, Ustaz Muhammad Assad menegaskan bahwa “ikhlas itu bukan tentang tidak merasakan sakit, tapi tentang tetap percaya bahwa apa yang Allah pilihkan selalu lebih baik dari apa yang kita inginkan.” Kalimat ini menjadi pengingat kuat bahwa luka dan kehilangan adalah bagian dari proses, namun kepercayaan kepada Allah adalah kunci untuk melewatinya dengan hati yang lebih lapang.

Salah satu amalan yang dibagikan dalam kajian ini adalah membaca doa yang terdapat dalam QS Al-Qasas ayat 24. Doa ini merupakan doa Nabi Musa saat berada dalam kondisi lelah dan penuh harap: memohon kebaikan dari Allah dalam setiap keadaan. Pesan ini menjadi pengingat bahwa dalam fase hidup tersulit sekalipun, seorang hamba tetap bisa mengetuk pintu langit dengan penuh harap dan kerendahan hati.

Tak hanya itu, jamaah juga diajak untuk membiasakan sholat tahajud sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah. Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa tahajud bukan hanya tentang meminta, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dalam dengan Sang Pencipta. Dengan hati yang terjaga di sepertiga malam, seseorang diyakini lebih kuat secara batin dan lebih terlindungi dari keburukan, termasuk dari perilaku jahat manusia terhadap dirinya.

Sementara itu, kehadiran Aldi Taher turut memberikan warna tersendiri dalam kajian ini. Ia berbagi pengalaman pribadi tentang proses belajar ikhlas dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Kisah yang dibagikan terasa dekat dan nyata, memperkuat pesan bahwa setiap orang memiliki perjuangan masing-masing dalam memahami arti keikhlasan.

Ia menyampaikan bahwa makna hidup sesungguhnya adalah tetap beribadah dan mengingat Allah, bahkan ketika dihadapkan pada ujian yang paling berat sekalipun. Ia pun membagikan penggalan reflektifnya, “Hidup ini bukan tentang seberapa berat ujian yang kita hadapi, tapi seberapa dekat kita tetap dengan Allah di tengah ujian itu. Salah satu ikhtiar saya adalah terus membaca Al-Qur’an, karena di situlah hati dikuatkan dan diarahkan.” Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa kedekatan dengan Allah adalah sumber ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi setiap fase kehidupan.

Melalui kajian ini, peserta diingatkan bahwa ikhlas memang terasa berat, tetapi tidak pernah sia-sia. Di balik setiap usaha untuk melepaskan dan berserah, ada ganjaran yang Allah janjikan bukan hanya ketenangan hati di dunia, tetapi juga balasan yang lebih besar di akhirat, yaitu surga.

Pada akhirnya, belajar ikhlas adalah perjalanan seumur hidup. Ia tidak selalu mudah, namun selalu bermakna. Dan mungkin, dari setiap luka yang berhasil dilepaskan dengan ikhlas, di situlah langkah kita semakin dekat menuju ridha-Nya.

latest video

Loading...

news via inbox

Silahkan berlangganan melalui Email jika Anda ingin mendapatkan berita terbaru dari Peoplenesia

Leave A Comment